Hai, gue ngepost lagi yah.. Disini gue akan curhat tentang semua yang gue rasain yang gak bisa gue utarakan secara lisan.
Bermula dari saat Ujian praktek Seni Budaya. Rambut gue udah ter-bondol-kan. Gue sengaja, biar gak dikatain dora-dora lagi sama geng chibi-chibi itu. kebetulan gue milih drama untuk UP SBK itu. Drama
sederhana yang mungkin dapat menghibur teman-teman, dramanya judulnya "The Adventure of Senior High School". Terdengar seru memang, tapi gaktau juga gimana anggapan teman-teman. Gue dan teman-teman sepakat untuk lepas jilbab, agak brutal sedikit dari hari-hari biasanya. Demi memeriahkan peran tersebut ya rambut gue sengaja diper-bondol-kan. Sekitar 20 menit durasi yang kami habiskan. Itupun kami merasa kurang puas atas penampilan kami.
Hari itu gue ngerasa gak nyaman, si dia tidak samasekali memperhatikan gue. Sakit sedikit saat tau kalau dia gak mau ngelirik gue karena rambut gue yang sudah ter-bondol-kan itu. Padahal saat hari sebelumnya si dia juga yang mentertawakan rambut gue yang layaknya DORA THE EXPLORER itu. Seharian sms gue jarang di bales. Nyesek sedikit. Sampai akhirnya emosi gue berlebih, dan ponsel pun di-nonaktif-kan. Gak betah sedikit, gue pun meng-aktif-kan 'kembali' ponsel gue. Dan dengan emosinya gue tanya apa mau dia. Di situ gue udah ngerasa ingin bubar. Gue tahan 'lagi' , 'lagi' , dan 'lagi'. Oh Tuhan, apa ini cobaan? Ataukah memang takdirku seperti ini? Keesokan harinya saat UP B.Sunda, dia nyamperin gue. Belaga minta maaf dengan muka yang dimelas-melaskan (oh ngenessss). Dengan perasaan kesal yang masih menyelinap di lubuk hati gue (gak tau, gue punya hati atau nggak) , gue tepis permintaan maaf itu. Gue buang muka arah berlawanan dari dia. Sungguh, gue kesel bener-bener kesel. Malamnya gue yang merasa 'ternyata' masih punya hati (sedikit walaupun) , gue sms dia dan mengajak untuk baikan. Pertengkaran itupun selesai.
Saat US alias Ujian Sekolah...
Ponselnya si dia di sita bonyoknya. Kira-kira saat US hari ke-2 kalau tidak salahnya. Saat istirahat si dia tidak menyapa gue, malah ngobrol sama orang lain tepatnya sama cewek lain. dan di lain waktu gue mendapat kabar bahwa si dia sedang dekat dengan 'niiitttttt.......' (maaf, tidak mau mencemarkan nama baik). JLEB. Ternyata oh ternyata memang benar adanya. Mengapa oh mengapa berjudi itu haraaaammm? -_- (lagunya Hj Rhoma Irama-berjudi itu haram~). Oh Tuhan, cerita apalagi ini? Mengapa harus seperti ini? (di-lebay-kan sedikit tidak mengapa).
Setelah seminggu Menjalani masa-masa sterilisasi dari ponsel dan dunia maya, ponsel si dia pun kembali. Sms-an lah ceritanya gue dengan si dia.
>>Skip<<
Sampai pada tanggal 2 April 2012.
Hari itu gue nonton 'The Hunger Games' bersama teman ber-7 dan 3 orang lainnya. Gue diper-lihat-kan beberapa pesan singkat alias sms di ponsel satu teman gue, pesan itu dari si dia. Selesai membaca beberapa sms tersebut, teman gue itu bercerita gini-gitu nya si dia dengan 'nittttt........'.
OH TERNYATA GITU SELAMA INI? CUKSTAW~
Dengan emosinya gue langsung meraih ponsel dan mengetikkan sebuah sms dan mengirimnya ke si dia. Kemudian mengetik lagi dan mengirimnya ke si 'nittttttt......' . Gue maki sampai gue puas. Pertengkaran itu berakhir dengan keputusan si dia yang membuat gue semakin JLEB. Dia yang salah, dia yang berbuat, kenapa harus gue yang nanggung sakit hatinya? Oh Tuhan, apalagi ini? -_-
Yaps, hubungan gue berakhir dengan sangat tidak baik. Inikah tujuan si dia balik lagi ke gue? Mmbalas apa yang telah gue perbuat sebelumnya? Mengapa se-mengenaskan ini? Tidak adakah cara lain untuk membalas semuanya? Tidak adakah waktu lain untuk membuat gue sakit hati? Seenggaknya tidak bertubi-tubi seperti ini. Sungguh ngenesssss.
Yaps, metyaw atas semuanya. Semoga bahagia. Terimakasih gue ucapkan atas semua yang lo lakukan. Melupakan suatu hal yang sulit, mengingatnya sesuatu hal yang menyesakkan.
Thanks all atas attention nya. Semoga gue gak teringat akan dirinya 'lagi'.
Salam Kampret ^^
040412
No comments:
Post a Comment